[phpBB Debug] PHP Notice: in file /viewtopic.php on line 988: date() [function.date]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead
[phpBB Debug] PHP Notice: in file /viewtopic.php on line 988: getdate() [function.getdate]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead
Forum Profesional Film Indonesia • Melihat topik - Asisten Kamera

Forum Profesional Film Indonesia

Adil dan Beradab
Sekarang ini Sabtu Des 15, 2018 8:14 pm

Waktu dalam UTC + 7 jam




Postkan topik baru Balas ke topik  [ 1 post ] 
Pengarang Pesan
 Subjek post: Asisten Kamera
PostDipost: Kamis Mei 27, 2010 8:53 pm 
Offline

Bergabung: Senin Mar 08, 2010 12:46 pm
Post: 6
Kedisplinan Seorang Asisten Pada Departemen Kamera

Seorang asisten harus memahami cara memelihara semua peralatan yang berhubungan dengan kamera. Dari saat persiapan produksi sampai paska produksi. Dia bertanggungjawab atas peralatan dan keperluan lainnya yang diminta oleh pengarah sinefotografi. Semua yang diminta harus sudah siap sebelum produksi dimulai sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan sebelumnya. Pertama kali yang harus dilakukan oleh asisten juru kamera : untuk menduduki posisi sebagai asisten juru kamera, diperlukan keterampilan yang luas. Mempunyai pengetahuan teknis tentang kamera, lensa-lensa dan sejumlah peralatan pendukung. Baik pria dan wanita harus mempunyai fisik yang kuat, dan mampu berkonsentrasi penuh dan mempunyai humor yang tinggi untuk mengantisipasi kondisi dan pekerjaan yang dapat membuat stress.

Inventarisasi
1. Meneliti peralatan-peralatan pokok, mulai dari yang letaknya paling bawah seperti preader/triangle, hi-hat, tripods, tripod head, camera body, batteries, semua kabel yang diperlukan, lensa-lensa, magazine (besar dan kecil), motor zoom dan kontrolnya, unit untuk follow focus, mattebox, filter-filter dan pegangannya, serta changing bag.
2. Mencatat alat-alat tambahan yang sering diperlukan oleh pengarah sinefotografi seperti adaptor untuk tripod head, alat control (lampu-lampu H.M.I., monitor TV dan permintaan lain-lainnya) ; satu set hard mattes, eye brow, french flag, peralatan untuk handheld (mattebox, follow focus, shoulder pad, viewfinder, magazines).
3. Bahan-bahan yang disediakan oleh perusahaan : bahan baku, camera report, film cores, kaleng film kosong, kantong hitam, label-label, masking tape, lens tissue, cairan pembersih lensa dan baterai yang siap pakai.

Teliti Kembali Invoice
Mempelajari kembali invoice atau perintah kerja, memastikan agar semua peralatan yang dipesan oleh juru lampu sudah lengkap. Memastikan bahwa alat bantu untuk keperluan para asisten lengkap agar mereka dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Pada waktu menerima peralatan, gunakan invoice untuk meneliti apakah semua peralatan sudah sesuai dengan yang dipesan, termasuk tagihan pembayarannya. Sesuaikan nomor seri sesuai dengan invoice yang digrafir pada peralatan masing-masing.
Menguji Coba (Tes) Peralatan
Untuk menguji peralatan :
1. Pasang tiap alat untuk mengetahui apakah masing-masing bekerja dengan baik dan semestinya, kemudian setelah itu tempelkan masking tape dan diberi tanda OK. Jika misalnya satu peti belum dipakai, sebaiknya dikunci saja untuk menghindari kecelakaan.
2. Pasang kameranya dan periksa setiap bagian apakah sudah lengkap dan berfungsi dengan baik.
3. Dimulai dari triangle, peralatannya harus dalam keadaan bersih dan diminyaki secukupnya. Menguji triangle atau spreader dengan cara memperpanjang dan memperpendek lengan-lengannya, bisa dikunci pada segala posisi. Pastikan mangkok kecil ditiap ujungnya bisa menampung pacu-pacu ditiap ujung kaki tripod dan terikat kencang.
4. Tripod. Menguji apakah tiap kakinya halus apabila dipanjang dan dipendekkan. Serta baut engsel yang menghubungkan tiap kaki disesuaikan untuk tekanan berat tertentu. Untuk tripod kayu, kakinya harus utuh tidak ada yang retak atau patah. Untuk tripod metal, kakinya lurus dan tidak bengkok.
5. Kepala tripod, alas atau dasarnya masuk pas dan terkunci erat dimangkuk babet aluminium tripod. Serta lobang baut yang ada dibawah kamera cocok dengan baut yang ada dibawah alas kepala tripod. Mengatur gerakan kepala tripod dengan melevelkan memakai friction gear serta menguji panning dan tilt berhentinya halus atau tidak, gerakan bisa diatur cepat atau lambatnya.
6. Badan kamera harus terpasang kencang di kepala tripod, pan dan tilt bisa terkunci kencang, semua rodanya bisa berputar dengan bebas. Interiornya bersih, tidak ada gumpalan emulsi dan kepingan film. Shutter, pull-down claw dan registration pin jalannya singkron. Pasang secara hati-hati sepotong film pada camera gate untuk menguji jalannya motor secara manual perlahan-lahan maju-mundur. Cermin dan shutter berjalan sinkron, cahaya yang menyinari ground glass singkron dengan shutter, cahayanya akan hilang sebelum shutter membuka camera gate, kecepatan kamera harus steady (tidak berubah), bertahan pada tiap kecepatan yang dikehendaki. Gerakan ikalnya (loop) bekerja dengan baik.
7. Apperture-nya sudah sesuai dengan yang dibutuhkan. Gate dalam keadaan bersih dan letaknya sudah benar. Untuk memastikan kembali :
- lepaskan gate dan pressure plate.
- bersihkan dengan kain yang lunak dan halus dan jika perlu kain diberi minyak sedikit.
- salurannya dibersihkan dengan orangewood stick.
8. Baterai (aki) dan kabel-kabel. Semua baterai cocok dengan kabel-kabelnya.
Baterai sudah di-charge penuh dan pemasangan kabel penghubungnya
benar. Motor kamera menjalankan film dengan steady pada tiap kecepatan
yang diperlukan.
9. Lampu-lampu. Semua lampu harus menyala pada waktu yang tepat, ganti
semua lampu yang sudah rusak.
10. Variabel shutter. Mekanisme memungkinkan shutter bisa dibuka sesuai
dengan jangkauannya. Celah shutter yang terbuka sesuai dengan yang diminta oleh PF.
11. Viewfinder. Letak groundglass sudah benar. Imajinya jelas dan bersih. Jika diperlukan, groundglass dilepas dengan hati-hati. Diopter pada eyepiece sudah disesuaikan dengan mata operator kamera.
12. Lensa. Tiap lensa dan dudukannya cocok, pas sekali dengan lubang (mounting) yang ada pada badan kamera. Elemen yang ada didepan dan dibelakang jernih dan bersih dari serpihan kotoran, baret, sidik jari dan debu. Gelang follow focus mudah digerakkan, tanda-tanda jarak dari fokus dilensa dalam keadaan akurat.
13. Motor zoom. Pemasangannya benar, unit pengendali zoom jalannya mulus dalam tiap kecepatan yang dikehendaki, semua kabel sudah disambung ke kamera, pengendali zoom dan pengendali motornya menyalurkan tegangan cukup, jika diukur dengan voltmeter.
14. Kelengkapan lensa. Garis-garis jarak dan f-stop letaknya cocok dengan tanda-tanda dilensa.
15. Filter. Kedua belah sisi permukaan filter bening, bersih dan bebas dari cacat apapun. Filter sesuai dengan ukurannya, perlengkapan pegangan filter bisa dipasang pada semua lensa yang dipakai, pegangan untuk memutar filter rotasi, berjalan lancar dan bisa berhenti disegala posisi, pegangan yang bisa digeser untuk graduated filter bisa digeser halus dan diam disegala posisi. Siapkan masking tape untuk memberi tanda di mattebox.
16. Mattebox. Masuknya dibadan kamera mudah dan kencang. Mudah ditarik sepanjang tongkat penyangganya. Tidak ada cahaya masuk antara mattebox dan lensa.
17. Magazine. Masuknya pas dan rapat dalam badan kamera. Tutup magazine harus terkunci dengan rapat. Pada magazine yang ko-aksial, pada masing-masing pintu feed dan take-up, diberi tanda dengan masking tape. Celah yang dilewati film, saluran dan interiornya harus bersih, bebas dari debu, dari serpihan film. Ikal film berjalan dengan baik.

Uji Coba Untuk Mengetahui Jika Ada Baret
Tiap magazine diuji coba agar diketahui jika ada baret atau kesalahan lainnya yang mungkin ada pada kamera atau pada magazine dan itu bisa merusak film. Pasang film pada magazine yang belum diekspos sepanjang 20-30 feet. Jalankan kamera selama lima detik. Kemudian periksa film tersebut dengan kaca pembesar dibawah cahaya yang terang. Buatlah uji coba dengan magazine dan kamera secara periodik selama produksi, untuk menghindari kerusakan pada negatif.

Uji Coba Film (Film Test)
PF sebelum melaksanakan tugasnya, terlebih dahulu pasti meminta agar dilaksanakan uji coba film. Berikut ini sebuah daftar pelaksanaannya sebagai saran yang bisa berguna dalam persiapan sebuah produksi. Dalam uji coba, umumnya dipergunakan grayscale yang standard an color chip chart, disamping peragaan dari subyek-subyek yang akan tampil di film.
1. Ketajaman dan keseimbangan lensa (sangat penting jika dalam produksi mempergunakan lensa-lensa dari beberapa produsen); buatlah uji coba dari lensa untuk mendapat kepastian ketajaman yang konstan dan keseimbangan warna dalam pergantian lensa. Buatlah dengan tiap lensa rekaman fotografi dari subyek-subyek yang identik. Kemudian membuat perbandingan setelah dicetak dengan one-light print.
2. Bahan baku dan adonan emulsi (emulsion batch) yang akan dipergunakan dalam produksi, untuk keseimbangan warna dan latitude (toleransinya).
3. Prosessing dilaboratorium ; normal, forced, flashed. Uji coba prosessing di laboratorium sesuai dengan pilihan keperluan produksi. Khusus hal ini sangat penting untuk mengetahui sejauhmana bisa dilaksanakan forced processing atau flashing.
4. Filter-filter ; uji coba dari beberapa jenis filter untuk obyek-obyek tertentu, agar sesuai dengan yang diperlukan dalam produksi.
5. Tata cahaya ; uji coba dari semua peralatan tata cahaya yang baru, color gels, dan bahan-bahan diffusion untuk subyek-subyek yang telah diseleksi.
6. Make-up ; uji coba make-up pada beberapa pemain dengan kondisi tata cahaya yang direncanakan dalam produksi.

Setelah menguji beberapa disiplin yang harus dikerjakan seperti yang telah dijabarkan diatas, selama proses produksi disiplin asisten juru kamera adalah mengawasi dan memelihara serta membantu yang bersifat teknis. Setelah hari terakhir shooting, disiplin asisten harus mengecek kembali peralatan yang telah digunakan apabila ada laporan kerusakan dan sebagainya. Menjamin keselamatan peralatan kamera sampai pada tempat yang seharusnya, misalnya ke tempat penyewaan alat atau gudang perusahaan.


Atas
 Profil  
 
Tampilkan post-post sebelumnya:  Urutkan sesuai  
Postkan topik baru Balas ke topik  [ 1 post ] 

Waktu dalam UTC + 7 jam


Siapa yang online

Pengguna yang berada di forum ini: Tidak ada pengguna yang terdaftar dan 1 tamu


Anda tidak dapat membuat topik baru di forum ini
Anda tidak dapat membalas topik di forum ini
Anda tidak dapat mengubah post anda di forum ini
Anda tidak dapat menghapus post anda di forum ini
Anda tidak dapat mempost lampiran di forum ini

Cari:
Lompat ke:  
cron
Powered by phpBB © 2000, 2002, 2005, 2007 phpBB Group